Selasa, 01 Agustus 2017

"ANAK ADALAH HASIL LUKISAN ORANG TUA”

Pernikahan. Adakah manusia di dunia ini yg dalam hidupnya tidak pernah terbersit sedikitpun keinginan untuk menikah?
Adakah manusia yg diciptakan di dunia ini memang agar tidak memiliki pasangan?
Dan adakah sosok orang tua yg tidak menginginkan kehadiran anak dalam kehidupan mereka?

Dari ketiga pertanyaan diatas saya rasa jawabannya hanya ada satu, yaitu “TIDAK”
Karena saya yakin bahwa tujuan manusia hidup di dunia ini salah satunya adalah agar mendapatkan pasangan agar dapat bereproduksi. So...pastilah keluarga belum dapat dikatakan lengkap tanpa kehadiran Anak2.

Eits, namun bukan berarti setelah memilki anak lalu habis perkara ya...
Justru itu baru awalnya saja. Tugas anda sebagai orang tua bukan hanya MEMBUAT anak namun juga wajib merawat, menyayangi, dan memberikan PENDIDIKAN yg layak baginya.
Karena sosok seorang anak akan mendapatkan pembelajaran/pendidikan pertama dan utama itu melalui sosok orang tuanya
Nah jadi peran orang tua itu besar banget lho guys...
Maaf nih ya, bisa saya katakan banyak orang tua yg pola pikirnya salah kaprah. Kenapa saya katakan begitu?
Sekarang ini banyak orang tua yg teramat sangat sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas pribadinya hingga lupa untuk merawat dan mendidik anaknya
Atau mungkin,seorang ayah yg terlalu mencurahkan hidupnya hanya pada pekerjaannya karena menurutnya tugasnya hanya memberi uang yg diminta si anak.
Nah, itu dua contoh yg amat salah lho. Memang manusia hidup itu perlu bekerja. Namun jangan sampai kita diperbudak pekerjaan kita dong...
Apalagi sampai acuh pada keluarga dirumah.
Nah trus tujuan anda bekerja untuk apa donk? Bukannya anda bekerja itu untuk kehidupan keluarga? Lalu kenapa malah acuh pada keluarga?
Anak anda tidak hanya butuh uang untuk kehidupannya. Ia juga butuh kehadiran anda sebagai orangtuanya yg mampu memberi kasih sayang, perhatian dan rasa aman agar anak dapat tumbuh secara optimal sesuai tahapan perkembangannya. Karena anak itu adalah hasil kreasi SENI lukis dari kedua orang tuanya. Dimana untuk memperoleh lukisan yg indah itu tidak semudah memberikan kritikan pedas dari para juri ajang pencarian bakat di televisi lho ya...
Butuh usaha, modal dan tekat yg luar biasa agar karya lukisan itu dapat tercipta. Anda butuh KANVAS yg bersih dan siap pakai, lalu anda juga butuh cat warna/tinta untuk melukis rangkaian garis hingga menjadi suatu gambar, dan yg pasti harus ada kemantapan pemikiran, skill dan ide dari sang pelukis sendiri. Jika komponen2 tersebut telah ada maka akan terciptalah suatu maha karya lukisan yg indah.
Nah bagaimana jika KANVAS kita analogikan sebagai lingkungan tumbuh kembang anak
Lalu tinta/cat warna sebagai pola asuh/sistem pendidikan
Dan ide/skill pelukis sebagai kesamaan visi misi kedua orang tua dalam mendidik anak
Ketiga komponen diatas haruslah berjalan beriringan dan saling mendukung. Karena kehilangan salah satu komponen saja akan sangat mempengaruhi proses pembentukan kepribadian anak.
Terutama pada bagian peran orang tua sebagai pelukis. Jika si pelukis tidak memiliki konsistensi pada proses pengerjaan karyanya tadi maka akan terciptalah karya yg kurang jelas tujuan dan manfaat pembuatannya. Dalam hal ini terciptalah kebingungan anak dalam pertumbuhannya.
Contoh sederhananya seperti ini:
Biasanya orang tua ingin anaknya menjadi anak yg baik sehingga sering berpesan pada anaknya agar ketika berkendara di jalan raya haruslah mematuhi peraturan yg ada yaitu wajib mengenakan helm,memiliki surat ijin dan mematuhi tata tertib berlalu lintas. Namun ketika mereka sedang berada di jalan raya dengan posisi sang orang tua mengendarai kendaraan dan anaknya membonceng dibelakangnya malah orang tuanya melakukan pelanggaran tata tertib berlalu lintas yaitu menerobos traffic light ketika masih menunjukan warna merah. Nah ini lah contoh penyebab kebingungan anak. Karena perkataan dan tindakan orang tua yg tidak sesuai itu akan memicu anak untuk ikut mencontohnya.
Jika sudah begini maka hasil lukisan anda tidak akan sesuai dengan kehendak awal anda. Dan asal anda tau, itu bukan salah lukisannya. Itu kesalahan pelukisnya. Jadi jangan salahkan kalau anak2 sekarang berani membangkang perkataan orang tuanya bahkan berani melawan. Semua itu karena proses melukis anda yg salah. Jangan marah pada lukisannya tapi marahlah pada pelukisnya yg menciptakan lukisan secara asal2an.
Nah ini lah peran utama bagi orang tua. Anda seharusnya mengutamakan keluarga anda diatas segala-galanya. Dan bukannya hanya memberi uang lalu masa bodoh pada perkembangan anak tapi menuntut anak harus menjadi lukisan master piece. Nah loo, mimpi kali neng? Gak bisa dong. Kalau ingin menciptakan lukisan yg berharga ya berarti jadilah pelukis yg totalitas untuk berkarya seni. Jangan nanggung apalagi asal-asalan.
Anak itu titipan Tuhan woy... bukan hasil coba2.

Mohon maaf kepada seluruh orang tua sekalian, tulisan saya ini bukan bermaksut mengkritik anda. Karena saya sadar bahwa sampai detik saya menulis ini pun saya belm lah berkeluarga sehingga dalam hal pengalaman mungkin saya kalah dibandingkan anda2 sekalian. Namun tulisan saya ini hanya bermaksut mengingatkan anda bahwa tugas yg sebenarnya dari orang tua bukan hanya mencari uang namun juga memberi kasih sayang, pendidikan yg layak dan juga rasa aman bagi anak. Dan jika nantinya ada yg berpikiran bahwa ini hanya tlisan dari anak bau kencur yg belum merasakan berkeluarga, maka cukup ingatlah bahwa walaupun saya belm berkeluarga dan memiliki anak sendiri namun saya memiliki kedua orang tua saya yg memberikan pendidika serupa kepada saya, anaknya.
“Terima Kasih”

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar